Deklarasi Damai Perguruan Silat Kediri, Jaga Kondusivitas!

Berita, Daerah352 Dilihat

Kediri, Berita Nusantara 89. Deklarasi Damai Perguruan Silat untuk menjelang pelaksanaan pengesahan anggota baru perguruan silat bertepatan dengan Bulan Muharam atau Bulan Suro. Polres Kediri Kota menggelar deklarasi komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kamis (11/6/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran kepolisian, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), serta para ketua dan perwakilan perguruan silat se-Kediri Raya. Deklarasi ini menjadi langkah preventif sekaligus penguatan sinergi Polri, IPSI, dan perguruan silat dalam menciptakan situasi aman, tertib, dan damai. Lebih jauh, menjelang agenda pengesahan anggota baru yang akan berlangsung pada pertengahan Juni 2026.

Deklarasi Damai Perguruan Silat Perkuat Kamtibmas

Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, menegaskan kegiatan tersebut merupakan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan selama Bulan Suro.

Menurutnya, seluruh pihak perlu memiliki persepsi yang sama terkait pentingnya menjaga ketertiban. Serta mencegah munculnya konflik, baik di internal perguruan maupun antarkelompok.

“Melalui forum ini, kami ingin menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen seluruh pihak agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami berharap apabila terdapat permasalahan, baik di internal maupun antarperguruan, dapat terselesailkan secara musyawarah dan kekeluargaan. Dengan melibatkan IPSI serta para pimpinan perguruan silat,” ujar AKBP Anggi Saputra Ibrahim.

Selain itu, Kapolres menilai peran para ketua dan tokoh perguruan sangat penting dalam memberikan pembinaan kepada anggota. Mereka agar mampu menanamkan nilai persaudaraan serta menjaga sikap agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Waspadai Provokasi di Media Sosial

AKBP Anggi juga mengingatkan teknologi informasi dan media sosial saat ini menuntut masyarakat lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Para pimpinan perguruan dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada anggotanya meencegah terprovokasi yang berpotensi menimbulkan gesekan antar kelompok.

“Kami mengajak keluarga besar perguruan silat bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dengan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Apabila terdapat persoalan, mari selesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik sehingga tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” tegasnya.

Selanjutnya ia berharap para pimpinan perguruan dapat menjadi garda terdepan dalam edukasi anggotanya. Agar tidak mudah terpancing isu yang berpotensi memicu konflik maupun gesekan antarkelompok.

PSHT Kediri Siapkan 300 Calon Warga Baru

Sementara itu, Ketua Cabang Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kota Kediri Pusat Madiun, Agung Sediana, menyampaikan bahwa seluruh persiapan pengesahan anggota baru telah matang.

Ia mengungkapkan, tahun ini terdapat sekitar 300 calon warga PSHT yang akan mengikuti prosesi pengesahan.

“Untuk calon warga Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Kota Kediri Pusat Madiun sebanyak 300 orang. Semua persiapan sudah kita lakukan dan semoga pelaksanaan pengesahan adik-adik kami berjalan lancar dan tertib,” kata Agung Sediana.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau seluruh anggota dan simpatisan agar tidak melakukan konvoi kendaraan, arak-arakan massa, maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan pengguna jalan.

Sebagai bentuk keseriusan menjaga keamanan selama Bulan Suro, kegiatan tutup dengan pembacaan deklarasi damai dan penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan IPSI serta seluruh perguruan silat se-Kediri Raya.

Dalam deklarasi tersebut, seluruh peserta sepakat menjaga persatuan dan kesatuan, menolak segala bentuk provokasi, mengedepankan penyelesaian masalah secara damai, serta mendukung upaya kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Melalui deklarasi damai perguruan silat ini, seluruh pihak berharap pelaksanaan pengesahan anggota baru di wilayah Kediri Raya dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain itu, momentum Bulan Suro agar semakin memperkuat persaudaraan serta menjaga persatuan dalam bingkai kebhinekaan.

Tinggalkan Balasan