Aksi PMIB di Imigrasi dan KPK : Desak Copot Sandi Andaryadi

Berita8 Dilihat

Jakarta Selatan. Berita Nusantara 89. Aksi PMIB, Pemuda Milenial Indonesia Bersatu dengan unjuk rasa di depan Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi dan Gedung KPK, Rabu (10/6/2026).

Aksi PMIB ini dengan massa sekitar 150 orang tersebut bertujuan mendesak transparansi penegakan hukum terkait dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan imigrasi.

Massa yang berasal dari organisasi PMIB yang bersekretariat di Jalan Setia Budi Tengah Gang F Nomor 41B, Kuningan, Jakarta Selatan. Selanjuntya memulai aksi di Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Gedung Sentra Mulia, Jalan HR Rasuna Said Nomor 8, Kuningan, Jakarta Selatan. Kemudian melanjutkan penyampaian aspirasi ke Gedung KPK RI.

Tiga Tuntutan Dalam Aksi PMIB

Koordinator aksi sekaligus Koordinator PMIB, Abdul Jaffar, mengatakan pihaknya menilai penanganan kasus dugaan korupsi di lingkungan imigrasi harus menyeluruh dan tidak berhenti pada pihak-pihak yang telah menjadi tersangka.

“Kami meminta agar proses hukum berjalan secara independen, transparan, dan menyentuh seluruh pihak yang terduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang dalam penanganan,” ujar Abdul Jaffar dalam orasinya. Dalam aksi tersebut, PMIB menyampaikan tiga tuntutan utama.

Pertama, meminta pencopotan Sandi Andaryadi dari jabatannya sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi guna menjamin independensi dan transparansi proses hukum yang sedang berjalan.

Kedua, mendesak KPK untuk segera memanggil dan memeriksa Sandi Andaryadi guna mengungkap seluruh fakta dan aktor yang terlibat dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan imigrasi.

Aksi PMIB di Direktorat Jenderal Imigrasi
Aksi PMIB di Direktorat Jenderal Imigrasi

Ketiga, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh jaringan yang terduga terlibat dan tidak berhenti pada delapan tersangka sebelumnya. Massa juga menuntut agar proses hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat tanpa memandang jabatan maupun kedudukan.

Selama Aksi PMIB berlangsung, massa membawa spanduk, bendera Merah Putih, serta melakukan orasi secara bergantian di depan kedua instansi tersebut. Aparat keamanan tampak melakukan pengamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
PMIB berharap tuntutan yang mereka sampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah dan lembaga penegak hukum agar proses pemberantasan korupsi berjalan secara terbuka, profesional, dan memenuhi rasa keadilan masyarakat.

“Jangan sampai penegakan hukum berhenti pada sebagian pihak saja. Pemeriksaan terhadap semua yang terlibat dan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Abdul Jaffar.

Hingga aksi berakhir, massa membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan tuntutan kepada pihak terkait.

Tinggalkan Balasan