Mentan Amran Raih Skor Kinerja Terbaik Kabinet Merah Putih

Berdasarkan Government Performance Assessment IndexPolitica Indonesia

Berita242 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Mentan Andi Amran Sulaiman meraih skor kinerja tertinggi di antara para menteri Kabinet Merah Putih berdasarkan rilis Government Performance Assessment IndexPolitica Indonesia pada September 2026. Amran memperoleh skor 91 dan menempati peringkat pertama dari 10 menteri dengan kinerja terbaik.

Posisi tersebut menempatkan Amran di atas Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani yang memperoleh skor 89, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan skor 87, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebesar 86, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dengan skor 85.

Penilaian tersebut menggunakan pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation melalui metode Multi-Criteria Decision Analysis. Artinya, penilaian tidak hanya pada popularitas maupun persepsi publik semata, tetapi menggunakan sejumlah indikator kinerja terukur.

IndeksPolitica : Kinerja Menteri Berdasarkan Data dan Kebijakan

Founder sekaligus Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, menegaskan bahwa kajian tersebut untuk mengukur kinerja menteri, bukan tingkat popularitas.

Menurutnya, seorang menteri yang tidak terlalu sering menjadi sorotan publik tetap dapat memperoleh nilai tinggi apabila mampu menghasilkan policy output dan policy outcome yang terukur.

Sebaliknya, tingginya pemberitaan mengenai seorang menteri tidak secara otomatis menunjukkan bahwa yang bersangkutan memiliki kinerja terbaik.

Data IndexPolitica Indonesia bersumber dari dokumen dan laporan resmi pemerintah serta statistik sektoral. Penilaian dengan melalui enam dimensi dengan bobot berbeda.

Keenam dimensi tersebut meliputi Policy Output sebesar 20 persen, Policy Outcome 25 persen, Implementation Effectiveness 20 persen, Public and Economic Impact 15 persen, Policy Innovation 10 persen, serta Intergovernmental Coordination sebesar 10 persen.

Mentan Amran, Penilaian Kinerja Terbaik 2 Tahun Beruntun

Capaian Amran tersebut melanjutkan hasil penilaian positif sebelumnya. Dalam survei kepuasan publik oleh Indikator Politik Indonesia pada Oktober 2025, Amran juga berada di posisi teratas dengan tingkat kepuasan mencapai 84,9 persen.

Saat itu, Amran berada di atas Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan tingkat kepuasan 84,5 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 84,1 persen, Menteri Agama Nasaruddin Umar 83,4 persen, serta Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi 82,9 persen.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch Arief Cahyono, mengatakan capaian tersebut menunjukkan adanya konsistensi penilaian terhadap kinerja Amran dalam memimpin sektor pertanian.

Menurut Arief, capaian tersebut tidak terlepas dari sejumlah catatan hasil konkret yang sektor pertanian selama kepemimpinan Amran.

Produksi Beras dan Stok Pemerintah Cetak Rekor

Salah satu capaian Kementerian Pertanian adalah produksi beras nasional pada 2025 yang mencapai 34,69 juta ton. Angka tersebut sebagai produksi tertinggi sepanjang sejarah dan meningkat 13,29 persen dari tahun 2024.

Kementerian Pertanian juga menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Selain produksi, stok beras pemerintah juga mencapai 5,3 juta ton, sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Jumlah tersebut jauh di atas rekor sebelumnya pada 1984 yang berada di angka 2,6 juta ton.

Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari nilai ekspor yang mencapai sekitar Rp166 triliun. Pada saat yang sama, menekan impor pangan berhasil sekitar Rp41 triliun sehingga memberikan nilai tambah sekitar Rp200 triliun bagi perekonomian nasional.

Harga Pupuk dan Gabah Menjadi Perhatian

Dari sisi input produksi, pemerintah melakukan penyederhanaan terhadap 145 aturan terkait pupuk bersubsidi. Kebijakan tersebut untuk mempermudah akses petani terhadap pupuk.

Harga pupuk bersubsidi juga mengalami penurunan sebesar 20 persen di tengah kondisi krisis pupuk global.

Selain pupuk, pemerintah menetapkan jaminan harga pembelian gabah petani sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan harga tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan kepastian bagi petani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Nilai Tukar Petani dan Pertumbuhan Pertanian Meningkat

Kementerian Pertanian juga menyoroti perkembangan kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani atau NTP pada 2026 mencapai 129,19, sebagai angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

Sementara itu, pertumbuhan Produk Domestik Bruto sektor pertanian pada 2025 mencapai 5,74 persen. Angka tersebut sebagai pertumbuhan tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Moch Arief Cahyono mengatakan berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama jajaran Kementerian Pertanian yang terus menjalankan program di lapangan.

“Hasil penilaian ini adalah buah dari kerja keras Pak Menteri dan jajaran Kementan yang tidak kenal lelah turun langsung ke sawah dan bertemu petani. Pak Mentan Amran selalu menegaskan bahwa beliau tidak akan berhenti bekerja hingga setiap petani sejahtera dan setiap keluarga miskin di pedesaan terangkat dari kemiskinan melalui sektor pertanian,” ujar Arief.

Kementerian Pertanian menyatakan akan terus memperkuat program swasembada pangan sebagai fondasi ketahanan nasional. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.

Dengan berbagai capaian yang diklaim tersebut, posisi Mentan Amran sebagai menteri dengan skor kinerja tertinggi menjadi sorotan. Namun, keberlanjutan program dan konsistensi hasil di sektor pertanian akan menjadi faktor penting dalam mempertahankan capaian tersebut ke depan.

Tinggalkan Balasan