Madiun, Berita Nusantara 89. Pemdes Doho, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Acara berlangsung di Aula Kantor Desa Doho, Senin (29/6/2026), menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.
Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Selain menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Hijriah, juga menjadi wujud nyata komitmen Pemdes Doho membangun gotong royong serta mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat.
Pemdes Doho Santuni 13 Anak Yatim
Santunan kepada 13 anak yatim yang seluruhnya berasal dari Desa Doho. Bantuan tersebut agar dapat meringankan kebutuhan mereka sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah desa terhadap anak-anak yang membutuhkan dukungan.
Hadir dalam kegiatan, Kepala Desa Doho Markuat, S.H., Ketua Tim Penggerak PKK Desa Doho beserta jajaran. Selanjutnya turut hadir Ketua Muslimat NU Ranting Doho. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan kuatnya sinergi dalam membangun kepedulian sosial di tingkat desa.
Selain penyerahan santunan, juga doa ungkapan rasa syukur dan harapan menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Lebih jauh agar dapat membawa keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh warga Desa Doho.
Momentum Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Selanjutnya, Markuat mengatakan bahwa santunan anak yatim merupakan agenda yang memiliki makna lebih dari sekadar memberikan bantuan materi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian kepada masyarakat.
Ia berharap ini mampu menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim agar tetap memiliki semangat belajar dan optimistis dalam meraih masa depan.
“Dengan adanya kegiatan santunan anak yatim ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban anak-anak yatim serta memberikan semangat kepada mereka agar tetap optimis dalam menjalani kehidupan,” ujar Markuat.
Menurutnya, Tahun Baru Islam untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperbanyak amal kebaikan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Perkuat Sinergi Pemdees Doho dan Masyarakat
Selain menjadi agenda sosial, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antara Pemerintah Desa Doho, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan warga setempat.
Kebersamaan yang terjalin agar mampu memperkuat semangat gotong royong dalam membangun desa yang harmonis, peduli, dan saling mendukung.
Di sisi lain, keterlibatan Tim Penggerak PKK dan Muslimat NU Ranting Doho menunjukkan bahwa kepedulian terhadap anak yatim merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi berbagai elemen masyarakat.
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Doho tidak hanya sebagai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga sebagai momentum memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan santunan ini, Pemdes Doho berharap budaya berbagi, kepedulian, dan kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, semangat hijrah dapat terwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama, terutama bagi anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya.


















