Pemdes Bagi Bangun Jalan Usaha Tani Dari Dana Desa 2026

Berita, Daerah156 Dilihat

MADIUN, Berita Nusantara 89. Pemdes Bagi, Kabupaten Madiun mulai merealisasikan pembangunan infrastruktur pertanian berupa Rabat Beton Jalan Usaha Tani di wilayah Dusun Bagi. Proyek mulai pada Selasa (7/7/2026), menjadi upaya Pemdes Bagi dalam meningkatkan akses transportasi menuju kawasan pertanian. Lebih lanjut sekaligus sebagai upaaya mendukung produktivitas sektor pertanian.

Jalan usaha tani berada di wilayah timur Jalan Raya Besar, tepatnya mulai dari RT 01 ke arah timur. Selama proses pengerjaan berlangsung, Pemdes Bagi mengalihkan akses jalan untuk para petani dan pengguna jalan yang biasa melintasi jalur tersebut. Selanjutnya agar menggunakan akses alternatif agar pekerjaan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas pembangunan.

Kepala Desa Bagi, Mulyanto, mengatakan pembangunan jalan usaha tani merupakan salah satu program prioritas desa pada Tahun Anggaran 2026. Infrastruktur tersebut akan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya para petani. Lebih jauh, yang setiap hari memanfaatkan akses tersebut untuk menuju lahan pertanian.

Menurutnya, kondisi jalan yang lebih baik akan mempermudah mobilitas petani, mempercepat distribusi hasil panen, serta meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian. Dengan demikian mulai dari proses pengolahan lahan hingga pengangkutan hasil produksi akan lebih cepat dan efisien.

“Selama proses pembangunan berlangsung, kami mengimbau para petani untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif menuju area persawahan. Hal ini agar pekerjaan dapat berjalan lancar sekaligus menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan,” ujar Mulyanto di kantornya, Senin (6/7/2026).

Ia menambahkan, pembangunan jalan usaha tani tidak hanya memperbaiki kualitas infrastruktur, tetapi juga bentuk komitmen Pemdes Bagi mendukung ketahanan pangan. Oleh karena itu, penyediaan sarana penunjang pertanian harus memadai.

Dengan akses jalan yang semakin baik, kendaraan pengangkut pupuk, benih, alat mesin pertanian. Sehingga hasil panen dapat keluar masuk kawasan persawahan dengan lebih mudah tanpa terkendala kondisi jalan.

Pemdes Bagi : Anggaran Dari Dana Desa Tahun 2026

Pembangunan Rabat Beton Jalan Usaha Tani tersebut melalui Dana Desa (DDS) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp146.000.300.

Adapun volume pekerjaan meliputi pembangunan jalan sepanjang 250 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 15 sentimeter. Seluruh pekerjaan secara swakelola oleh Pemerintah Desa Bagi melalui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bersama masyarakat setempat.

Skema swakelola agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lebih efektif sekaligus memberikan kesempatan kepada warga desa untuk ikut terlibat dalam proses pembangunan.

Libatkan Warga Melalui Program Padat Karya

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Kristanto Setyawan, menjelaskan bahwa pembangunan jalan usaha tani juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja. Langkah tersebut merupakan implementasi program padat karya yang bertujuan memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga.

Menurutnya, selain menghasilkan infrastruktur yang masyarakat butuhkan, program tersebut juga mampu meningkatkan pendapatan warga melalui keterlibatan mereka dalam pelaksanaan pembangunan desa.

“Pembangunan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja sehingga manfaat pembangunan dapat secara langsung warga rasakan,” jelas Kristanto.

Ia berharap keberadaan jalan usaha tani yang baru nantinya mampu memperlancar akses kendaraan pengangkut hasil panen, menekan biaya operasional petani, serta meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian dari lahan menuju tempat penampungan maupun pasar.

Selain itu, akses jalan yang lebih baik juga agar mendukung penggunaan alat dan mesin pertanian modern sehingga proses budidaya menjadi lebih efektif dan produktif.

Dorong Produktivitas Pertanian Desa

Pemdes Bagi optimistis pembangunan infrastruktur pertanian akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil produksi pertanian. Akses jalan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang aktivitas petani, terutama saat musim tanam maupun musim panen.

Dengan infrastruktur yang semakin baik, menekan biaya transportasi hasil panen, risiko kerusakan jalan saat kendaraan bermuatan juga berkurang, serta distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat dan efisien.

Mulyanto berharap seluruh masyarakat dapat mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan dengan mematuhi imbauan penggunaan jalur alternatif hingga proyek selesai.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung kelancaran pembangunan ini dengan menggunakan jalur alternatif selama proses pengerjaan berlangsung. Semoga pembangunan jalan usaha tani ini dapat memberikan manfaat besar bagi petani dan mendorong kemajuan sektor pertanian di Desa Bagi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan