Magetan, Berita Nusantara 89. Pengamat politik Rocky Gerung melontarkan istilah “Marhaen Gregetan” saat menghadiri forum diskusi dalam rangka Bulan Bung Karno 2026 di Kabupaten Magetan, Minggu (28/6/2026). Ungkapan tersebut ketika Rocky Gerung memberikan pandangannya mengenai semangat masyarakat Magetan yang ia nilai berani membuka ruang dialog dan pertukaran gagasan.
Menurut Rocky, keberanian masyarakat untuk berdiskusi secara terbuka mencerminkan kepedulian terhadap kondisi bangsa. Ia menilai kegelisahan publik seharusnya menjadi pemicu lahirnya ide dan solusi, bukan sekadar keluhan.
Rocky Gerung Sebut Magetan Marhaen Gregetan
Dalam kegiatan bertajuk Soekarno Talk-In sebagai bagian dari peringatan Bulan Bung Karno, Rocky Gerung mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat Magetan. Sebelum acara ia mendapatkan sambutan meriah melalui pertunjukan seni Reog Ponorogo dan arak-arakan dadak merak.
Ia kemudian menyampaikan apresiasinya terhadap keberanian penyelenggara menghadirkan ruang diskusi yang terbuka bagi masyarakat.
“Magetan ini kota kecil dengan nyali yang besar. Berani mengundang saya berdiskusi berarti berani membuka ruang bagi pertukaran gagasan,” kata Rocky Gerung.
Selanjutnya, Rocky melontarkan istilah yang langsung menarik perhatian peserta forum. “Kalau saya boleh mengartikan, Magetan itu adalah Marhaen Gregetan. Gregetan melihat keadaan republik hari ini, tetapi kegelisahan itu harus berubah menjadi gagasan, bukan sekadar keluhan,” ujarnya.
Rocky Gerung Bedah Marhaenisme untuk Generasi Z
Selain menyampaikan pandangan mengenai kondisi sosial, Rocky Gerung bersama akademisi Airlangga Pribadi Kusman membedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z.
Menurut Rocky, buku tersebut menghadirkan kembali pemikiran Bung Karno dalam konteks kekinian. Ia menilai Marhaenisme tidak hanya relevan sebagai warisan sejarah, tetapi juga dapat menjadi kerangka berpikir bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Berbagai isu seperti demokrasi, lingkungan hidup, kesetaraan gender, ekonomi kerakyatan, hingga geopolitik global menjadi bagian dari pembahasan dalam forum tersebut.

Rocky Tantang Gen Z Aktif Berdiskusi
Di hadapan peserta, Rocky Gerung mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pendengar selama diskusi berlangsung. Ia mengajak mereka berani menyampaikan pertanyaan dan menguji berbagai gagasan yang ia paparkan.
“Nanti malam jangan hanya datang untuk mendengar. Datanglah dengan pertanyaan, dengan kegelisahan yang bermutu, supaya diskusi kita menghasilkan pikiran-pikiran yang bermanfaat bagi masa depan republik,” ucapnya.
Menurutnya, budaya berdiskusi secara terbuka merupakan bagian penting dalam membangun tradisi intelektual yang sehat.
PDI Perjuangan Magetan : Ingin Hidupkan Ruang Dialog
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Diana A.V. Sasa, mengatakan kegiatan tersebut memang sebagai ruang bertukar pikiran bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas pemuda, dan generasi muda.
“Kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang terbuka dan sehat bagi masyarakat, khususnya anak-anak muda. Marhaenisme harus terus didialogkan agar nilai-nilai perjuangan Bung Karno tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Diana.
Ia berharap forum tersebut dapat mendorong lahirnya pemikiran kritis sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.
Forum Jadi Wadah Literasi dan Gagasan
Kegiatan Soekarno Talk-In menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno 2026 di Magetan. Selain peluncuran buku, forum tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai persoalan kebangsaan Indonesia saat ini.
Melalui forum itu, penyelenggara berharap tradisi literasi, dialog, dan pertukaran gagasan terus berkembang di tengah masyarakat. Sementara itu, pernyataan Rocky Gerung sebut Magetan Marhaen Gregetan menjadi salah satu momen yang paling banyak menarik perhatian peserta karena menggambarkan harapan agar kegelisahan masyarakat menjadi energi positif untuk membangun bangsa.














