Banyuwangi, Berita Nusantara 89. Sekolah Rakyat Banyuwangi yang dalam pembangunan dengan konsep pendidikan berstandar internasional kini memasuki tahap akhir penyelesaian. Pemerintah memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target sehingga fasilitas pendidikan tersebut dapat segera mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Keberadaan sekolah ini akan menjadi solusi pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus menghadirkan layanan belajar yang modern dan berkualitas. Berbagai sarana penunjang telah siap untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meninjau langsung ke lokasi pembangunan sekolah rakyat di Muncar, Banyuwangi, Senin (8/6/2026). Lebih
Progres Sekolah Rakyat Banyuwangi Sudah 75%
Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah fasilitas utama telah selesai, sementara penyempurnaan pada beberapa bagian bangunan dan infrastruktur pendukung.
Selain ruang kelas, sekolah tersebut juga lengkap dengan fasilitas penunjang untuk memenuhi standar pendidikan modern. Kehadiran sarana tersebut mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kompetitif.
Sementara itu, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan guna memastikan seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal.
“Saya sudah meninjau progres pembangunannya. Saat ini pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi telah mencapai 75 persen. Semoga seluruh pekerjaan berjalan tepat waktu dan segera bisa untuk anak-anak,” kata Ipuk, Senin (8/6/2026).
Sementara, program di Banyuwangi memanfaatkan Balai Pendidikan milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Kecamatan Muncar.
Kawasan Pendidikan Lahan Seluas 7 Hektare
Sekolah Rakyat Banyuwangi di atas lahan seluas 7 hektare milik Pemkab Banyuwangi dengan pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Sekolah dengan konsep sekolah modern berstandar internasional ini akan menjadi kawasan pendidikan dari SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa.
Fasilitas meliputi gedung sekolah SD, SMP, dan SMA masing-masing dua lantai, asrama putra dan putri untuk setiap jenjang pendidikan, serta rumah tinggal guru. Selain itu tersedia gedung serbaguna, masjid, rumah ibadah, dapur, kantin, hingga guest house.
“Semoga segera bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak,” tambah Ipuk.
Pemerintah daerah optimistis Sekolah ini dapat segera beroperasi setelah seluruh proses pembangunan selesai. Persiapan operasional juga terus berjalan, termasuk penataan sistem pendidikan dan kebutuhan tenaga pengajar.
Meski demikian, proses penyelesaian tetap mengedepankan kualitas agar seluruh fasilitas dapat maksimal penggunaannya. Pemerintah tidak ingin ada aspek penting yang terabaikan menjelang pembukaan sekolah.
Selanjutnya, keberadaan sekolah ini agar menjadi model pendidikan inklusif yang mampu mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
Sekolah Rakyat Banyuwangi yang hampir rampung menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan berkualitas. Dengan konsep bertaraf internasional dan fasilitas modern, sekolah ini mampu memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi masyarakat serta melahirkan generasi masa depan yang unggul dan kompetitif.













