Miris !! 28 SMP Negeri Magetan Kurang Murid

Berita, Daerah105 Dilihat

Magetan, Berita Nusantara 89. Sebanyak 28 SMP Negeri di Magetan belum memenuhi kuota siswa baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Bahkan, terdapat sekolah yang hingga penutupan tahap seleksi baru menerima sekitar 10 calon peserta didik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magetan. Pemerintah daerah pun menyiapkan sejumlah langkah agar daya tampung sekolah negeri tetap dapat terpenuhi.

28 SMP Negeri Magetan Kurang Murid, Mayoritas Wilayah Pinggiran

Data Dinas Pendidikan Magetan menunjukkan dari total SMP Negeri yang ada, sebanyak 28 SMP Negeri Magetan Kurang Murid. Sebagian besar berada di wilayah pinggiran dengan jumlah lulusan SD yang terbatas.

Sementara itu, beberapa sekolah di kawasan perkotaan justru mengalami kelebihan peminat. Ketimpangan tersebut membuat distribusi calon siswa belum merata.

Selain itu, terdapat sekolah yang hingga akhir proses penerimaan baru memperoleh sekitar 5 pendaftar. Jumlah tersebut masih jauh di bawah kapasitas rombongan belajar yang tersedia.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Magetan, Irawan menjelaskan bahwa baru 11 SMP yang telah memenuhi kuota peeserta didik baru. Lebih jauh, salah satu sekolah dengan jumlah pendaftar paling sedikit adalah SMP Negeri 2 Sidorejo.

Hingga saat ini, sekolah tersebut baru memperoleh lima siswa baru. “Yang paling sedikit untuk SMP di SMPN 2 Sidorejo sampai saat ini baru 5 siswa yang mendaftar,” ujar Irawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/6/2026).

Penurunan Jumlah Lulusan Jadi Salah Satu Penyebab

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Magetan, Sujatno, menjelaskan belum terpenuhinya kuota terpengaruh beberapa faktor. Salah satunya ialah menurunnya jumlah lulusan sekolah dasar pada tahun ini.

Menurut Sujatno, kondisi demografi membuat jumlah calon peserta didik terus berkurang dari beberapa tahun sebelumnya. Akibatnya, sejumlah sekolah kesulitan memenuhi daya tampung.

Selain itu, sebagian orang tua juga memilih menyekolahkan anaknya ke lembaga pendidikan swasta maupun sekolah di luar Kabupaten Magetan. Faktor tersebut turut memengaruhi jumlah pendaftar di SMP Negeri.

SMP Negeri Magetan Kurang Murid : Masih Bisa Terima Hingga MPLS

Meski demikian, Sujatno memastikan sekolah yang belum memenuhi kuota masih memiliki kesempatan memperoleh tambahan siswa. Pemerintah akan membuka mekanisme lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, pihak sekolah agar tetap aktif memberikan informasi kepada masyarakat mengenai ketersediaan kursi. Langkah itu agar mampu meningkatkan minat calon peserta didik.

Di sisi lain, pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB agar proses penerimaan berlangsung lebih merata pada tahun berikutnya.

Pemerataan Pendidikan Jadi Perhatian

Sujatno menegaskan seluruh SMP Negeri di Magetan tetap berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Karena itu, masyarakat agar tidak hanya berfokus pada sekolah yang favorit saja.

Menurutnya, seluruh sekolah negeri telah memiliki standar pelayanan pendidikan yang sama. Ia berharap orang tua mempertimbangkan sekolah terdekat agar pemerataan pendidikan dapat terwujud.

Namun, apabila kuota masih belum terpenuhi, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penerimaan serta pemetaan kebutuhan pendidikan di setiap wilayah.

Fenomena 28 SMP Negeri di Magetan belum penuhi kuota siswa baru menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah. Selain berkaitan dengan penurunan jumlah lulusan, kondisi tersebut juga menunjukkan perlunya pemerataan minat masyarakat terhadap sekolah negeri.

Ke depan, ia menegaskan berkomitmen menyempurnakan pelaksanaan SPMB agar distribusi peserta didik lebih seimbang. Dengan demikian, seluruh SMP Negeri di Magetan agar mampu memenuhi kuota siswa baru pada tahun ajaran mendatang.

Tinggalkan Balasan