Presiden Kurban Sapi 1.098 Ekor Senilai 100 Miliar

Berita1139 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 sapi kurban untuk masyarakat di berbagai daerah pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah. Program kurban tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial pemerintah kepada masyarakat, pondok pesantren, hingga lembaga keagamaan di seluruh Indonesia.

“Tahun ini bapak Presiden menyerahkan bantuan sapi kurban sebanyak 1.098,” kata Wamensesneg Juri Ardiantoro, Selasa (25/5/2026). Sapi tersebut Presiden salurkan ke berbagai dearah. Salah satu sapi kurban bahkan memiliki bobot mencapai 1,3 ton. Hewan kurban berukuran jumbo itu langsung mencuri perhatian warga karena ukurannya yang tidak biasa.

Sebelumnya Presiden kurban sapi sebanyak 958 ekor pada tahun 2025. Kemudian pada tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 1.098 ekor sapi kurban. Baca : 985 Sapi dari Presiden Prabowo untuk Seluruh Provinsi di RI.

Presiden Kurban Sapi Untuk Seluruh Pemprov dan Pemda

Selanjutnya, Wamensesneg mengungkapkan bahwa seluruh pemerintah provinsi dan kota/kabupaten di Indonesia akan menerima sapi kurban ini. Lebih jauh ada 598 ekor sapi untuk 552 seluruh daerah.

“552 daeerah akan menerima 598 sapi untuk pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Ada 46 daerah yang tidak tersedia sapi dengan standard sapi Presiden,” ujarnya.

“Standardnya 800 kg sampai 1.3 ton. Sementara 46 daerah yang tidak ada sapi berbobot sebesar itu mendapatkan dua ekor.” tambahnya.

Presiden juga membagikan 500 sapi kepada lembaga pendidikan hingga tokoh masyarakat. “500 kepada lembaga pendidikan, ada ponpes juga tokoh masyarakat tokoh agama,” ungkapnya.

Seperti kita ketahui, sapi standard Presiden terdiri dari berbagai jenis, Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Angus dan Bali. Kemudian ada Friesian Holstein, Belgian Blue dan Charolais. Sementara bobot standarnya ada di antara 800 – 1300 kilogram per ekor. Terakhir yang juga penting bahwa setiap sapi wajib memiliki sertifikat sehat.

“Bukan bobotnya saja tapi juga sudah memiliki sertifikat sehat,” kata Wamensesneg.

Sumber Anggaran Dari APBN Mencapai 100 Miliar

Selanjutnya Wamensesneg mengungkapkan bahwa anggaran sapi kurban Presiden berasal dari APBN yang mencapai 100 miliar melalaui anggaran bantuan Presiden.

“Dari APBN melalui bantuan kemasyarakatan Presiden. Harga bervariasi karena bobotnya beda tentu pengaruh ke harga. Kurang lebih anggaran keluar sebanyak 100 miliar,” ungkap Juri.

Menurut Juri, pengadaan sapi kurban ini melalui koordinasi Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Presiden dan Kementerian Pertanian. Juga Dinas di daerah yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan. Setneg juga menggandeng Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi serta penyedia hewan kurban.

“Sumbe semuanya berasal dari peternak lokal, agar mereka dapat momentum ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi. Mereka tahu setiap tahun Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi kurban,” ujarnya.

Program sapi kurban Presiden Prabowo ini membawa pesan kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat. Selain membantu warga yang membutuhkan, kegiatan itu juga mempererat hubungan sosial saat Hari Raya Kurban.

Meski demikian, pemerintah tetap mengutamakan pemerataan distribusi agar manfaat kurban terasa di masyarakat luas. Daging kurban nantinya untuk warga sekitar, santri, hingga kaum dhuafa.

Momentum Iduladha 2026 pun menjadi penguat solidaritas sosial sekaligus mempererat nilai gotong royong di berbagai daerah Indonesia.

Tinggalkan Balasan