Magetan, Berita Nusantara 89. Harga kambing di Kabupaten Magetan mengalami penurunan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Kondisi tersebut oleh meningkatnya populasi ternak kambing yang membuat pasokan di pasaran melimpah.
Penurunan harga kambing di Magetan terasa oleh para peternak dalam beberapa pekan terakhir. Meski permintaan hewan kurban mulai meningkat, harga jual ternak belum mengalami kenaikan signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Para peternak menyebut melimpahnya jumlah kambing menjadi faktor utama yang memengaruhi harga jual di tingkat peternak maupun pedagang.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, Nur Haryani, mengatakan over populasi kambing dan domba dari lima tahun lalu. Lebih jauh, saat terjadi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sehingga banyak peternak beralih memelihara ternak kecil.
Populasi Kambing Meningkat, Sapi Menurun
Peningkatan populasi kambing terjadi di sejumlah wilayah sentra peternakan di Magetan. Banyak peternak berhasil mengembangkan jumlah ternak karena kondisi kesehatan hewan yang cukup baik dalam beberapa tahun terakhir.
Akibatnya, stok di kandang peternak menjadi lebih banyak dari permintaan pasar saat ini. Situasi tersebut membuat persaingan penjualan semakin ketat menjelang Iduladha.
“Pasca PMK banyak peternak beralih ke kambing dan domba. Akibatnya sekarang terjadi kelebihan produksi sehingga harga turun sekitar Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per ekor,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Saat ini jumlah populasi kambing dan domba siap potong di Kabupaten Magetan mencapai lebih dari 50.000 ekor. Jumlah yang menurunkan harga kambing kurban dari kisaran Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta per ekor mengalami penyesuaian harga. Kondisi tersebut berbeda dengan sapi yang justru mengalami kenaikan harga.
Populasi sapi mengalami penurunan signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2020, populasi masih 117.000 ekor, kemudian hingga 2025 hanya tinggal 68.000 ekor. Sementara sapi perah tinggal menyisakan populasi 525 ekor saja.
“Saat ini cukup sulit mendapatkan sapi. PMK memengaruhi reproduksi indukan sehingga anakan turun. Akibatnya harga sapi naik sekitar Rp2 juta per ekor,” katanya.
Beberapa peternak mengaku harus menurunkan harga agar kambing cepat terjual. Langkah itu untuk mengurangi biaya perawatan dan pakan yang terus berjalan setiap hari. Selain itu, daya beli masyarakat juga belum sepenuhnya pulih. Faktor ekonomi membuat sebagian calon pembeli lebih selektif dalam memilih hewan kurban.
Peternak Harap Permintaan Meningkat
Meski harga turun, peternak masih berharap permintaan kambing meningkat mendekati Hari Raya Iduladha. Biasanya, pembelian hewan kurban mulai ramai beberapa minggu sebelum pelaksanaan penyembelihan.
Peternak optimistis pasar akan kembali bergerak karena tradisi kurban tetap menjadi kebutuhan tahunan masyarakat. Mereka berharap harga kambing dapat kembali stabil sehingga peternak tidak mengalami kerugian.
Sementara itu, pedagang hewan kurban mulai membuka lapak di beberapa titik penjualan. Aktivitas transaksi akan meningkat dalam waktu dekat seiring mendekatnya Iduladha 2026.
Harga Turun Jadi Keuntungan Konsumen
Turunnya harga kambing di Magetan turut memberi keuntungan bagi masyarakat yang ingin membeli hewan kurban. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan dengan harga yang relatif lebih terjangkau dari tahun sebelumnya.
Meski demikian, peternak berharap ada keseimbangan antara pasokan dan permintaan agar harga tidak terus merosot. Stabilitas harga penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
Dengan populasi ternak yang melimpah dan pasar kurban yang mulai bergerak, para peternak kini menunggu momentum peningkatan permintaan menjelang puncak Iduladha.












