Kemenhaj : Gagalkan 118 Calon Jemaah Non Prosedural

Berita596 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Kemenhaj berhasil menggagalkan keberangkatan 118 calon jemaah haji non prosedural pada tahun ini. Keberhasilan ini sebagaiiii bentuk perlindungan kepada masyarakat agar dapat menjalankan ibadah haji dengan aman.

Pengawasan pemberangkatan ini sejak 22 April 2026 hingga hari keberangkatan Kloter terakhir pada 23 Mei 2026. Lebih jauh, pengawasan yang ketat di sejumlah embarkasi di bandara hingga pelabuhan.

Tim Gabungan Kemenhaj, Kemenimipas dan Polri

Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid mengungkap keberhasilan ini berkat koordinasi dalam tim gabungan. Lebih jauh, kolaborasi bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Polri.

“Alhamdulillah, Kementerian Haji dan Umrah yang bekerja sama dengan Imigrasi dan Polri telah berhasil menggagalkan keberangkatan sebanyak 118 orang jemaah haji nonprosedural.” Ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Tim gabungan berhasil mengamankan 89 calon jemaah dari Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kemudian 18 dari Bandara Internasional Juanda Surabaya, selanjutnya dari Bandara Kualanamu, Bandara Sultan Hasanuddin. Selanjutnya dari Sepinggan dan Bandara Ngurah Rai serta Pelabuhan Internasional Batam Center.

Harun mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan yang jauh lebih ketat pada penyelenggaraan haji tahun ini. Sehingga, Kemenhaj memastikan seluruh calon jemaah melalui jalur resmi dan memiliki dokumen yang sesuai.

“Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat ini sangat ketat dalam pelaksanaan haji tahun 2026,” kata Harun.

Ia mengingatkan agar tidak tergiur tawaran keberangkatan nonprosedural yang cepat tanpa mekanisme resmi. Menurutnya, prosedur resmi penting untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kepastian layanan ibadah di Tanah Suci.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji secara prosedural agar ibadah berjalan aman dan nyaman,” ujarnya.

Program Makkah Route Kemenimipas Tuai Pujian dan Penghargaan

Kelancaran pemberangkatan calon jemaah haji ini tidak lepas dari peran Kementerian Imigrasi dan Pemayarakatan. Melalui Makkah Route, Kemenimipas memberikan kemudahan bagi jemaah haji Indonesia. Melalui layanan tersebut, proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi langsung di Indonesia sebelum keberangkatan.

Dengan sistem itu, jemaah dapat menjalani proses perjalanan lebih cepat dan praktis saat tiba di Arab Saudi. Pemeriksaan dokumen secara terintegrasi sehingga mempercepat pelayanan di bandara tujuan.

Imigrasi Surabaya juga memastikan seluruh proses berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Petugas disiagakan untuk membantu kelancaran pelayanan selama musim haji berlangsung.

Peningkatan pelayanan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan kenyamanan kepada jemaah haji Indonesia. Program Makkah Route, juga menuai beragam pujian dari calon jemaah haji serta mendapatkan penghargaan dari Skytrax.

Jamaah haji asal Jawa Barat, Agung Pribadi, merasakan langsung kemudahan dan kenyamanan pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta. “Kami mendapatkan pelayanan yang sangat baik, cepat. Paspor segala macam, imigrasi udah di embarkasi,” ujarnya di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Minggu (17/05).

Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia, khususnya dalam sektor pelayanan publik di bandara internasional. Penilaian Skytrax berdasarkan pada kualitas layanan, kenyamanan, efisiensi, dan pengalaman pengguna selama proses pemeriksaan imigrasi. Salah satu penilaian adalah dalam layanan Makkah Route untuk jamaah haji Indonesia di Bandara Soekarno Hatta.

Tinggalkan Balasan