Malang, Berita Nusantara 89. Dua orang jemaah Haji asal Kota Malang wafat saat menjalankan ibadah Haji di Mekkah. Jemaah ini masuk dalam Kelompok Terbang (Kloter) 11 Embarkasi Surabaya yang berangkat pada 23 April 2026.
Sebelumnya, Walikota Malang, Wahyu Hidayat yang melepas keberangkatan rombongan jemaah kloter 11 ini.
Peristiwa ini menambah daftar jemaah Indonesia yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Meski demikian, seluruh proses pemulasaraan hingga pemakaman sesuai prosedur di Arab Saudi.
Jemaah Haji Meninggal Karena Sakit
Petugas haji menyampaikan bahwa kedua jemaah sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis. Namun kondisi kesehatan mereka terus menurun hingga akhirnya wafat di rumah sakit di Mekkah.
Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang, Elis Mufida mengonfirmasi wafatnnya kedua jemaah haji asal Malang tersebut. “Benar, ada dua jemaah kota Malang wafat di Mekkah karena sakit.” konfirmasinya.
Sementara jemaah haji yang wafat atas nama Fajar Puja Sasmita, warga Kedungkandang Kota Malang yang wafat pada Kamis (7/5/2026). Kemudian Fatkhurrahman bin Mochsin warga Pakis yang wafat setelah perawatan medis di RS King Abdul Aziz Mekkah, Jumat (22/5/2026).
Sementara penyebab wafatnya kedua jemaah ini masih belum ada keterangan resmi dari petuga pendamping di Mekkah.
“Karena sakit. detailnya mohon maaf belum bisa kami sampaikan. Ketua kloter dan tenaga kesehatan yang akan menjelaskan,” ungkapnya.
Pemakaman di Mekkah
Selanjutnya sesuai aturan dan regulasi di Arab Saudi, keduanya akan mendapatkan pemakaman di Mekkah pada hari saat mereka wafat. “Sesuai regulasi, langsung di Mekkah,” sambungnya.
Sementara mengenai kondisi jemaah haji lainnya Elis menjelaskan bahwa mayoritas jemaah asal kota malang dalam keadaan sehat. Berdasarkan laporan Panitia Penyeelenggara Ibadah Haji Kota Malang, seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
“Alhamdulillah, wukuf di Arafah lancar. Pelayanan syarikah dan PPIH Arab Saudi sangat baik. Jemaah di Mina mau jumrah aqabah,” tuturnya.
Sementara kondisi cuaca di Mekkah saat ini tergolong ekstrem, suhu mencapai 43 derajat celsius pada siang hari. Namun, Elis menegaskan situasi ini tidak menjadi kendala bagi para jemaah karena strategi mitigasi dari petugas.
“Skema murur sangat membantu bagi jamaah risiko tinggi dan lansia. Sekarang sedang melaksanakan lempar jumrah aqabah dan tahalul awal,” tandasnya.
















