Studi Lingkungan Sespimmen Polri di Polres Madiun

Sespimmen Polri Dikreg ke-67 : Penguatan UMKM dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Berita, Daerah381 Dilihat

Madiun, Berita Nusantara 89. Polres Madiun menjadi lokasi pelaksanaan Studi Lingkungan Sespimmen Polri untuk Organizational Health Audit (OHA) dan Environmental Scanning (ES). Kegiatan ini dalam rangka Management Training Course (MTC) Level III dalam agenda kegiatan Peserta Didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 2026.

Kegiatan berlangsung di Gedung Tantya Sudhirajati Polres Madiun pada Kamis (13/8/2026) sejak pukul 08.00 WIB dengan peserta dari Sespimmen Polri. Hadir dalam kegiatan, Pengawas Poklat III Lemdiklat Sespim, Brigjen Muhammad Firman, S.I.K., M.Si., dan Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. Turut hadir dalam kegiatan Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, S.Sos., M.Si., beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Madiun. Selanjutnnya ada PJU Polres Madiun, dan sejumlah pejabat terkait.


Studi Lingkungan Sespimmen Polri menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta didik untuk meningkatkan kemampuan dalam menganalisis kesehatan organisasi. Selanjutnya untuk memetakan kondisi lingkungan strategis yang berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas kepolisian.

Studi Lingkungan Sespimmen Polri : Sarana Pembelajaran Kompleksitas Lapangan

Dalam sambutannya, Brigjen Muhammad Firman menekankan bahwa kegiatan OHA dan ES merupakan sarana pembelajaran langsung untuk memahami kompleksitas di lapangan.

Menurutnya, peserta didik tidak hanya harus mampu mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan secara konseptual. Tetapi juga harus mampu merumuskan solusi aplikatif, terukur, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan Polri.

“Hasil studi ini agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pelaksanaan tugas pokok Polri. Khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan, energi, serta pengembangan ekonomi yang produktif dan inklusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K., menyambut baik pelaksanaan Studi Lingkungan Sespimmen Polri di wilayah hukum Polres Madiun. Ia berharap para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai sarana memperluas wawasan serta menambah pengalaman.

Kapolres juga mendorong peserta didik untuk menggali berbagai informasi mengenai dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Juga mempelajari pengalaman jajaran Polres Madiun dalam menjaga situasi keamanan dan mendukung perkembangan ekonomi masyarakat.

“Pengalaman dan informasi selama studi agar dapat menjadi bahan pembelajaran dalam memahami dinamika kamtibmas dan perkembangan wilayah. Hal tersebut agar menjadi bekal bagi peserta didik dalam menjalankan tugas kepemimpinan di masa mendatang. Khususnya ketika mendapat kepercayaan mengemban amanah sebagai Kapolres,” kata AKBP Ridwan Maliki.

Ia menambahkan, harus terus memperkuat sinergisitas antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan Studi Lapangan Serdik Sespimmen Polri di Polres Madiun
Kegiatan Studi Lapangan Sespimmen Polri di Polres Madiun

Sekda Madiun Paparkan Potensi dan Kondisi Pembangunan Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, S.Sos., M.Si., memaparkan sejumlah potensi dan kondisi pembangunan daerah. Kabupaten Madiun saat ini memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 75,47, dengan angka kemiskinan 10,48 persen dan target dapat menekannya hingga di bawah 10 persen pada 2026.

Kabupaten Madiun juga merupakan salah satu daerah penyangga beras di Jawa Timur dan masuk dalam 10 besar daerah dengan produksi beras terbesar. Selain sektor pertanian, daerah ini memiliki sejumlah komoditas unggulan, antara lain porang, Kopi Robusta Kare, cokelat, serta durian Kawuk.

Porang telah mendapat dukungan dua pabrik pengolahan, sementara Kopi Robusta Kare memiliki sejarah perkebunan sejak sekitar tahun 1880. Produk olahan cokelat asal Kabupaten Madiun juga telah masuk di sejumlah jaringan supermarket.

Adapun Durian Kawuk saat ini tengah menjalani proses verifikasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai salah satu varietas unggulan daerah. Pengembangan berbagai komoditas tersebut untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Setelah rangkaian pembukaan dan sambutan, kegiatan berlanjut dengan Focus Group Discussion (FGD) antara peserta didik Studi Lingkungan Sespimmen Polri dengan para undangan eksternal. Diskusi tersebut menjadi ruang bertukar informasi dan pengalaman mengenai kondisi wilayah, pemberdayaan UMKM, pengembangan potensi ekonomi daerah, serta peran kepolisian dalam mendukung pembangunan masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan penyerahan plakat, foto bersama, dan pemberian bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian serta pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan Studi Lingkungan Sespimmen Polri OHA dan ES Management Training Course Level III Peserta Didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026 di Polres Madiun berakhir sekitar pukul 13.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Tinggalkan Balasan