Kemenimipas : Ada Warga Binaan Sukses Bangun 50 Outlet UMKM Setelah Bebas

Berita596 Dilihat

Jakarta, Berita Nusantara 89. Kemenimipas mengungkapkan bahwa program pembinaan Klien Pemasyarakatan menunjukkan hasil positif. Seorang klien pemasyarakatan berhasil membangun 50 outlet UMKM setelah mendapat pembinaan dan pendampingan berkelanjutan dari petugas pemasyarakatan.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pembimbingan tidak hanya membantu proses reintegrasi sosial, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi mantan warga binaan. Selain itu, capaian itu dinilai mampu mengubah stigma negatif di tengah masyarakat.

Istilah Klien Pemasyarakatan merujuk kepada eks warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan yang telah selesai menjalani masa hukumannya.

Kemenimipas : Progres Keberhasilan Program Pembinaan

Kesuksesan membangun puluhan outlet UMKM tidak secara instan. Klien pemasyarakatan tersebut menjalani berbagai proses pembinaan dan pendampingan usaha sejak menyelesaikan masa pidana.

Melalui program pembimbingan, klien mendapat kemampuan kewirausahaan serta penguatan mental agar mampu mandiri secara ekonomi. Sementara itu, petugas pemasyarakatan terus memantau perkembangan usaha.

Keberhasilan itu kemudian menjadi contoh nyata bahwa pembinaan yang tepat dapat membantu mantan warga binaan kembali produktif di masyarakat.

Bangun Puluhan Outlet UMKM

Usaha klien pemasyarakatan berkembang pesat hingga memiliki sekitar 50 outlet UMKM Chicken di berbagai wilayah Jabodetabek. Pemilik usaha ini, Jamaludin. menjelaskan bahwa usaha tersebut juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

“Saat saya baru pulang (menjalani pidana) itu bingung, mau usaha apa. Baru setelah 3 bulan, uang sudah nggak ada, dapat ilmu yang di dalam itu. Akhirnya kita cari file-file lagi, ilmu di Lapas Sentul. Akhirnya kita coba untuk eksperimen, ilmu nugget di sana. Pembuatan nugget dan alhamdulillah jadilah produk seperti ini. Tadi sudah saya sebutkan, chicken jepun,” ujar Jamaludin.

Hingga saat ini, Jamaludin berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi 13 orang. Kemudian bulan depan akan bertambah 10 orang lagi. Selain itu, produk usahanya juga telah berhasil menjadi penyuplai dari 7 dapur Makan Bergizi Gratis (Gratis).

Selain itu, keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya dukungan lingkungan dalam proses pemulihan sosial mantan warga binaan. Di sisi lain, program pembinaan dinilai efektif menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.

Petugas pemasyarakatan menyebut capaian itu menjadi motivasi bagi klien lain agar tetap optimistis menjalani kehidupan setelah bebas.

Pendampingan Berkelanjutan

Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Direktorat Jenderal Imigrasi, Eko Budianto, menegaskan bahwa Imigrasi turut berperan aktif dalam memasarkan produk hasil karya warga binaan.

“Karena kita Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, (selain paspor) itu ada display produk-produk dari Pemasyarakatan, dari Bapas Jakarta Timur-Utara. Harapannya pendekatan kita terhadap masyarakat berdampak pada kualitas layanan kami dan kepercayaan masyarakat,” ujar Eko.

Selain pembinaan dan pembimbingan, Kemenimipas juga berfokus pada pemasaran produk hasil karya warga binaan. Implementasinya dengan stand hasil karya warga binaan dalam layanan paspor pada event Car Free Day, Jakarta, Minggu (24/5).

Dalam gelaran tersebut, Jamaludin, Klien Pemasyarakatan Bapas Jakarta Timur-Utara, mendapatkan lapak untuk memasarkan produknya. Jamaludin menegaskan bahwa bekal selama menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sangat bermanfaat.

Kemenimipas menegaskan pembinaan tidak berhenti setelah klien selesai menjalani masa hukuman. Pendampingan berjalan terus agar mereka mampu membangun kehidupan yang lebih baik.

Kemudian, memperkuat program pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha produktif. Langkah tersebut agar dapat menekan angka pengulangan tindak pidana. Meski demikian, keberhasilan program juga membutuhkan dukungan masyarakat agar mantan warga binaan mendapat kesempatan kedua.

Perkembangan usaha hingga puluhan outlet menjadi bukti bahwa sektor UMKM mampu menjadi jalan perubahan hidup bagi klien pemasyarakatan. Kesempatan bekerja dan berwirausaha sangat penting dalam proses reintegrasi sosial.

Selanjutnya, pemerintah berharap semakin banyak klien pemasyarakatan mampu mandiri secara ekonomi setelah mendapat pembinaan yang tepat.

Tinggalkan Balasan